EFEK OKSIGEN HIPERBARIK TERHADAP PERBAIKAN KLINIS AUTISME

Foto artikel

EFEK OKSIGEN HIPERBARIK TERHADAP PERBAIKAN KLINIS AUTISME

Gangguan autistik yang dikenal sebagai autisme infantil merupakan gangguan perkembangan yang kompleks yang masuk dalam kategori Neurodevelopmental Disorder yang dikomplekkan dalam Pervasive Developmental Disorder (PDD), yang ditandai oleh gangguan pada interaksi sosial timbal balik, penyimpangan komunikasi, dan pola perilaku yang terbatas dan steoritipik.  Autisme bisa terjadi pada semua kelompok masyarakat. Samapi saat ini patogenesisi Autisme belum diketahui secara pasti. Beberapa ahli sepakat bahwa banyak faktor atau multifaktor yang saling terkait sebagai penyebab Autisme. 

Kesehatan hiperbarik, adalah ilmu yang memepelajari tentang masalah-masalah kesehatan yang timbul akibat pemberian tekanan lebih dari 1 Atmosfer (ATM) terhadap tubuh dan aplikasinya untuk pengobatan. Tekanan 1 Atmosfer adalah tekanan udara yang dialami oleh semua benda, termasuk manusia, di atas permukaan laut, bersifat tetap dari semua jurusan dan berda dalam keseimbangan. Pada terapi oksigen hiperbarik tekanan yang diberikan lebih dari 1 Atmosfer. Terjadinya tidak keseimbangan metabolisme sistemik atau kronik sel sebagai salah satu dasar patofisiologi dan patogenesisi Autisme, dan salah satu manfaat dari HBOT memberikan peningkatan kemampuan kontrol terhadap keseimbangan (homeostatis)ROS dan anti oksidan. 

Penyandang Autisme yanh mendapat HBOT pada tekaan 1,5 ATA dengan oksigen 100% adalah aman dan dapat ditolerensi. HBOT meningkatkan kemampuan kontrol terhadap keseimbangan ROS dan antioksidan dengan menurunnya ROS sehingga memperbaiki stres oksidatif serta tampak pada perbaikan klinis penyandang Autisme yang diukur dengan skala ATEC dan CARS.