Chamber Hiperbarik Lakesla Jadi Rujukan Nasional Terapi Oksigen

Foto Berita

Chamber Hiperbarik Lakesla Jadi Rujukan Nasional Terapi Oksigen

 Tidak banyak Rumah Sakit di Indonesia yang memiliki fasilitas terapi dengan memanfaatkan oksigen dengan tekanan khusus. Di Jawa  Timur, Lembaga Kesehatan Kelautan miliki TNI Angkatan Laut (AL) menjadi rujukan nasional terapi oksigen dengan menggunakan chamber hiperbarik.

Chamber hiperbarik adalah ruangan berbentuk silinder yang memiliki tekanan lebih dari udara atmosfer normal (1 atm atau 760 mmHg). Oksigen dibawa oleh sel darah merah ke seluruh tubuh. Tekanan udara yang tinggi akan menyebabkan jumlah oksigen yang dibawa oleh sel darah merah meningkat hingga 400 persen. Dengan kondisi tersebut, paru-paru dapat mengumpulkan lebih banyak oksigen murni.

Selanjutnya, aliran darah akan membawa oksigen ke seluruh tubuh. Inilah yang kemudian akan melawan bakteri dan merangsang pelepasan zat yang disebut sel induk, yang selanjutnya akan merangsang penyembuhan. Gas dalam darah dan fungsi jaringan turut mempercepat penyembuhan dan melawan infeksi.

Kepala Lembaga Kesehatan Laut (Lakesla) TNI AL Kolonel Laut Kesehatan, Herjunianto mengatakan layanan terapi oksigen di Lakesla menjadi pilihan terbaik untuk masyarakat. Selama ini, pasien dengan penyakit tertentu berdatangan silih berganti tidak hanya dari Jawa Timur, namun juga berasal dari Kalimantan, Sumatra dan berbagai daerah lainnya.

“Terapi ini tidak hanya digunakan untuk mereka yang sakit, bagi masyarakat tanpa penyakit juga sangat dianjurkan untuk menjaga tubuh tetap bugar. Banyak sekali manfaatnya untuk kesehatan,” tuturnya saat ditemui Jatim Newsroom, Selasa, (10/10) di kantornya Jalan Gadung Nomor 1, Jagir, Wonokromo.

Ia menjelaskan, terapi oksigen umumnya ditujukan untuk penyakit penyelaman dan terapi tambahan pada berbagai penyakit klinis, seperti infeksi serius, adanya gelembung udara dalam pembuluh darah, luka akibat diabetes yang sulit sembuh, hingga cedera radiasi.

“Selain itu juga dapat mempercepat penyembuhan cedera otak, kanker,cerebral palsy, sakit kepala berat, depresi, migrain, stroke, luka bakar, keracunan karbonmonoksida dan berbagai penyakit lainnya,” ungkap Herjunianto.

Di dalamruangan berbentuk silinder, pasien dalam posisi duduk, mengenakan masker dan pakaian khusus. Umumnya terapi hiperbarik dilakukan tidak sendirian, namun bersamaan dengan beberapa pasien sekaligus. Tabung atau Chamber biasanya berkapasitas 10 orang pasien ditambah dengan seorang instruktur. 

Sumber : http://kominfo.jatimprov.go.id/read/umum/chamber-hiperbarik-lakesla-jadi-rujukan-nasional-terapi-oksigen