HBO PADA KAKI DIABETIK

Foto Berita

HBO PADA KAKI DIABETIK

Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu penyakit kronik yang terjadi di seluruh negara di dunia, dan terus menerus mengalami peningkatan jumlah yang signifikan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2011 terdapat 366 juta orang penderita DM (diabetisi) di dunia, dan jumlah ini diperkirakan akan meningkat menjadi 552 juta orang di tahun 2030. Sebagian besar diabetisi ini hidup di negara berpenghasilan rendah dan sedang. Indonesia sendiri dengan jumlah populasi diabetisi 7,292 juta di tahun 2011, diprediksi akan meningkat menjadi 11,802 juta di tahun 2030 (Whiting, Guariguata, Weil & Shaw, 2011). Berdasarkan data tersebut, peningkatan jumlah diabetisi di Indonesia lebih tinggi (23,6%) dibandingkan di tingkat dunia (20,26%). Ulkus kaki diabetes merupakan komplikasi DM kronik yang lebih sedikit terjadi dibandingkan komplikasi lain, namun memiliki efek yang besar pada kondisi diabetisi di seluruh dunia (Brookes & O’Leary, 2006). Singh, Armstrong dan Lipsky (2005) menjelaskan efek yang ditimbukan bagi diabetisi yang mengalami ulkus kaki diabetes yaitu terganggunya kondisi fisik, emosional, produktivitas, dan finansial. Rowland (2009) dan Singh (2005) menyebutkan bahwa 15% diabetisi akan mengalami setidaknya satu kali ulkus kaki diabetes selama hidupnya. Ulkus kaki diabetes merupakan penyebab utama (85%) dari seluruh amputasi pada ekstremitas bawah (Brookes & O’Leary, 2006, dan Boulton, 2004).Data tersebut diperkuat dengan data dari WHO (2008) yang menyebutkan bahwa amputasi tungkai terjadi 10 kali lebih banyak pada diabetisi dibandingkannon-diabetisi. Di Indonesia sendiri, menurut data dari Perkumpulan Endokrin Indonesaia (PERKENI) (2009), di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), hampir 70% dari pasien DM dirawat dengan diagnosis ulkus kaki diabetes.Hal ini menunjukkan bahwa diabetisi pada umumnya baru mengunjungi pelayanan kesehatan jika sudah mengalami komplikasi kaki yang sudah terdapat luka.#hiperbarik #lakesla #hbo

Kaki adalah bagian paling sensitif pada penderita diabetes melitus. Tanda-tanda terjadi gangguan pada kaki (menurut anas rahmat hidayat 2014):

1. Angiopati Penderita penyakit diabetes mellitus pada umumnya mengalami angiopati perifer atau gangguan sirkulasi darah pada bagian ujung/tepi tubuh yang lazim disebut dengan angiopati diabetik. Peredaran darah kurang lancar karena darah terlalu kental, banyak mengandung gula. Penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah perifer (yang utama), sering terjadi pada tungkai bawah (terutama kaki).

2. Neuropati Gejala neuropati ini paling terasa pada tungkai bawah dan kaki sebelah kanan dan kiri. Yang paling menyiksa dapat meyebabkan nyeri berdenyut terusmenerus. Pasien tidak menyadari bahkan sering mengabaikan luka yang terjadi karena tidak dirasakannya. Luka timbul spontan sering disebabkan karena trauma misalnya kemasukan pasir, tertusuk duri, lecet akibat pemakaian sepatu/sandal yang sempit dan bahan yang keras. Mulanya hanya kecil, kemudian meluas dalam waktu yang tidak begitu lama. Luka akan menjadi borok dan menimbulkan bau yang disebut gas gangren.

3. Paraestesi Kurang rasa atau kesemutan pada ujung anggota tubuh tangan dan kaki yang berisiko terjadi luka pada ujung kaki tanpa terasa dan berakhir dengan gangren.

4. Anastesi (tidak berasa) Rasa tebal terjadi di telapak kaki, penderita merasa seperti berjalan di atas kasur. 5. Gangguan imunologi Daya tahan tubuh pasien diabetes melitus menurun, mudah infeksi pada luka dan terserang penyakit. #hiperbarik #lakesla #hbo