Oksigen Hiperbarik, Terapi Medis Alternatif Atasi Kanker Endometrium

Foto Berita

Oksigen Hiperbarik, Terapi Medis Alternatif Atasi Kanker Endometrium

Pernah dengar terapi oksigen hiperbarik? Mungkin banyak dari kita juga tergolong asing dengan istilah ini. Padahal ternyata metode terapi medis ini banyak disarankan untuk pengobatan sejumlah penyakit, termasuk kanker.

Perlu dulu kita coba pahami apa itu terapi oksigen hiperbarik.

Terapi ini dasarnya adalah terapi yang biasa diberikan untuk para penyelam pasca mendapatkan tekanan air di perairan dalam. Biasanya setelah menyelam di perairan dalam, akan muncul gelembung-gelembung udara berisi gas Nitrogen dalam darah .

Ini kalau dibiarkan akan bekerja mirip sama emboli, atau sumbatan pembuluh darah. Tau kan efeknya kalau kita biarkan begitu saja. Yeups...si penyelam tadi bisa saja mengalami efek pingsan, koma, stroke, serangan jantung dan lain lain. Setidaknya sich biasanya pasien akan mengalami ketulian, bisa sementara sampai gelembung hilang atau permanen kalau tidak sempat teratasi.

Nah terapi ini dilakukan dengan cara simpel, yang tidak simpel alatnya. Soalnya kita diminta masuk dan duduk dalam sebuah tabung baja. Tabung ini lalu diatur bertekanan tinggi dan Anda akan mendapatkan suplai udara oksigen dengan perangkat selang dan alat pernafasan khusus.

Sejumlah pakar yakin, meningkatkan tekanan udara hingga 3 kali lebih kuat dari tekanan udara di luaran akan mendorong oksigen lebih mudah masuk ke dalam darah dan tubuh menarik oksigen lebih banyak.

Kalau kadar oksigen dalam darah meningkat, maka gelembung-gelembung udara tadi akan hilang. Tapi ternyata riset membuktikan metode ini tidak Cuma baik untuk mengatasi efek samping para penyelam saja. Mayoclinic mengatakan kalau metode ini sangat efektif mengatasi masalah infeksi, luka dalam, diabetes sampai masalah kanker.

Apa hubungannya?

Sederhananya, karena tubuh membutuhkan oksigen, siapa yang tidak?

Tubuh normal membutuhkan oksigen, dan aslinya semakin banyak kadar oksigen dalam tubuh semakin sehat. Seluruh kinerja dalam tubuh Anda, dari otot, otak, jantung, usus, ginjal sampai kulit dan kuku membutuhkan suplai oksigen.  Seluruh sel akan bekerja dengan lebih optimal kalau mereka tersuplai oksigen dengan baik. Datanya rata-rata kebutuhan oksigen manusia dewasa sekitar 500 liter.

Hanya saja tidak mudah kan menemukan udara murni oksigen di sekitar Anda. Sekalipun Anda berada di rumah Anda sendiri atau mungkin di bawah pohon yang rindang tidak ada jaminan udara yang Anda hirup melalui hidung itu 100% mengandung oksigen. Apalagi kalau Anda nafasnya diterminal apa di depan pasar ikan. ^^

Ketika kadar oksigen dalam tubuh tidak bisa mencapai standar yang dibutuhkan, di saat itu sebenarnya ekosistem di dalam tubuh manusia mulai terganggu. Ekosistem yang tidak normal akan memudahkan terjadinya kondisi Ph yang tidak normal dan elektrolit yang tidak berimbang. Dan kondisi ini yang memudahkan bakteri, virus masuk ke dalam tubuh. Memudahkan tubuh mengalami infeksi dan memudahkan tubuh mengalami perubahan karakter sel.

Intinya, kalau oksigen tidak dalam jumlah cukup, tubuh manusia jadi terganggu. Dan ada catatan lain, kalau ternyata sejumlah bakteri dan virus ternyata justru lebih nyaman hidup dalam ekosistem yang rendah oksigen. Begitu mereka di”gelontor” oksigen, mereka langsung pasang bendera putih.

Begitu juga dengan sel kanker, sel kanker juga teradaptasi untuk menjadi sel yang tidak butuh oksigen. Jadi begitu kadar oksigen dalam tubuh naik, mereka justru menilai oksigen sebagai toksin. Oksigen akan membuat sel-sel kanker ini melemah bahkan bila masih berukuran kecil mungkin saja justru langsung mati.

Dan dari sinilah kemudian ide penerapan terapi oksigen hiperbarik diberikan pada pasien kanker. Dengan terapi ini kadar oksigen dalam tubuh bisa ditingkatkan dan daya serapnya bisa meningkat sampai 20 kali lipat.

Ketika darah yang sudah dipenuhi oleh oksigen ini sampai pada area dimana infeksi atau bentukan massa kanker muncul, maka di sanalah oksigen bekerja menyerang mikroba dan sel kanker di dalamnya. Sel-sel lemah yang ada disegarkan kembali dengan paparan oksigen berdosis tinggi ini

Bukan hanya itu dari sumber RS Mintohardjo, dijelaskan terapi ini juga membantu tubuh membentuk nukleus sel baru menggantikan nukleus induk yang rusak seperti pada efek stroke atau pada kanker. Ini harapan baru bagi pasien karena dengan ini pasien mungkin untuk membentuk ulang sel sehat baru tanpa melibatkan sel mati atau rusak sebelumnya.

Bagaimana dengan kasus kanker endometrium?

Ternyata sejumlah riset mengenai terapi oksigen hiperbarik ini sengaja diarahkan langsung pada kasus kanker endometrium. Kerusakan fungsi pelepasan sel-sel endometrium pada saat wanita mengalami menstruasi menyebabkan  dinding rahim terlapisi oleh sel-sel endometrium menumpuk yang melakukan mutasi gen sehingga menunjukan karakter agresif.

Pada jurnal Ultrasound in Obstetrics & Gynecology tahun 2003 dijelaskan mengenai efek terpai oksigen hiperbarik terhadap endometrium. Dan didapatkan fakta bahwa terapi tersebut membantu sel-sel sehat yang tersembunyi  mulai lebih kuat.

Sementara sel-sel mutasi ini melemah, akhirnya dalam proses bertahap ada progress berkurangnya massa kanker pada endometrium dan memunculkan sel-sel sehat yang baru dari baliknya. Sebagaimana dijelaskan dalam The Journal of Urology tahun 1999 mengenai manfaat  terapi oksigen hiperbarik ini pada fungsi rahim efeknya terhadap sel-sel abnormal dalam rahim.

Dalam jurnal Bosnian Journal of Basic Medical Science tahun 2006 juga diungkap bahwa terapi oksigen ini akan membantu peningkatan kinerja sel-sel endometrium sehingga bukan hanya efektif mematikan sel-sel rusak tetapi juga meningkatkan kesuburan.

Beberapa sel kanker terbilang cukup bandel, dan mungkin tidak memberi hasil sebagaimana diharapkan setelah sejumlah terapi Anda jalankan. Kenapa Anda tidak coba terapi oksigen hiperbarik ini? Anda bisa mengunjungi rumah sakit-rumah sakit tertentu yang melayani terapi ini. tidak semua rumah sakit memiliki perangkat terapi oksigen hiperbarik ini. Biasanya di Indonesia, rumah sakit yang berkaitan dengan TNI seperti  RS AL Mintohardjo Di Jakarta. Tapi kini sejumlah rumah sakit swasta besar mulai menyediakan perangkat terapi oksigen hiperbarik ini. #lakesla #hbo #hiperbarik

sumber : https://www.kompasiana.com/ladynoel/oksigen-hiperbarik-terapi-medis-alternatif-atasi-kanker-endometrium_ 589d704b8d7e61c21a2be7ee