PENGARUH TERAPI OKSIGEN HIPERBARIK TERHADAP AUTISME

Foto Berita

PENGARUH TERAPI OKSIGEN HIPERBARIK TERHADAP AUTISME

Autisme atau disebut ASD (Autistic Spectrum Disorder) adalah gangguna perkembangan pervasive pada anak yang ditandai dengan adanya gangguan/keterlambatan dalam bidang kognitif, bahasa, perilaku, komunikasi, dan interaksi sosial. Autisme dapat terhjadi pada smua anak, tidak ada perbedaan ras, tingkat pendidikan dan status sosial. Penyandang autisme di Indonesia diperkirakan lebih dari 400.000 anak dengan rasio laki-laki dan perempuan 4:1. 

Autisme pada anak adalah gangguan perkembangan saraf kompleks, ditandai dengan kesulitan dalam interaksi sosial, komunikasi, dan perilaku terbatas, berulang-ulang dan karakter stereotik yang muncul sebelum 3 tahun pertama kelahiran sang anak.

Terapi Oksigen Hiperbarik merupakan tindakan dimana pasien menghirup oksigen murni secara berkala di ruangan yang bernama chamber dan dilakukan penekanan lebih besar dari 1 ATA. Terapi Oksigen hiperbarik pada Autisme adalah untuk mengurangi masalah perilaku, emningkatkan kemampuan belajar dan perkembangannya, terutama dalam penggunaan bahasa, serta mampu bersosialisasi dan beradaptasi di lingkungan sosialnya. 

Terapi Oksigen Hiperbarik untuk anak-anak secara umum adalah aman. Pada Penelitian sebanyak pada anak 18 anak dengan autisme berumur 3-16 tahun, diterapi sebanyak 40 sesi selama 40 sesi selama 45 menit setiap sesinya masing-masing dangan terapi 1,5 TA dan 100% oksigen serta 1,3 ATA dengan 24% oksigen. Hasilnya anak-anak tersebut mengalami perbaikan kondisi klinis serta aman bagi mereka pada kedua tekanan dan konsentrasi oksigen yang dicobakan.