TNI AL dan Dinkes Gelar Pelatihan Bagi Keselamatan dan Kesehatan Penyelam

Foto Berita

TNI AL dan Dinkes Gelar Pelatihan Bagi Keselamatan dan Kesehatan Penyelam

ATIMTIMES, SITUBONDO – Lembaga Kesehatan Kelautan TNI AL bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo menggelar Penyuluhan Kesehatan Penyelaman dan Hiperbarik bagi Penyelam Tradisional dan Petugas Kesehatan, Selasa (24/07/2018).

Penyuluhan Kesehatan Penyelaman dan Hiperbarik bagi Penyelam Tradisional dan Petugas Kesehatan yang berlangsung di Hotel di Hotel Sidomuncul II Wisata Pasir Putih, Kecamatan Bungatan, Kabupaten Situbondo tersebut diikuti komunitas penyelam Situbondo, nelayan, tenaga kesehatan puskesmas, para dokter puskesmas, Direktur RSUD dr. Abdoer Rahem, Direktris RSUD Asembagus dan peserta yang lainnya.

Kolonel Laut (K) Dr. H. Ahmad Samsulhadi Kepala Lembaga Kesehatan Kelautan TNI AL mengatakan, tujuan dari Penyuluhan Kesehatan Penyelaman dan Hiperbarik bagi Penyelam Tradisional dan Petugas Kesehatan ini, selain menyumbangkan ilmu pengetahuan yang terkait dengan penanganan kesehatan dan keselamatan bagi para penyelam tradisional juga melatih tata cara menyelam sesuai dengan standartnya.

“Penyuluhan ini diharapkan bisa meminimalisir terjadinya kecelakaan dalam menyelam di wilayah Kabupaten Situbondo,” jelas Kolonel Laut (K) Dr. H. Ahmad Samsulhadi dihadapan sejumlah wartawan.

Uraikan teknik-teknik pelatihan, sambung Kolonel Laut (K) Dr. H. Ahmad Samsulhadi yang disampaikan oleh Mayor Laut (K) dr Hadi, M.K.K membahas tentang penyakit dekompresi akibat kecelakaan dalam menyelam yang menggunakan Terapi Oksigen Hiperbarik.

“Penyuluhan tersebut dilakukan secara teori dan praktek langsung cara penangani seorang penyelam yang mengalami dekompresi akibat kecelakan dalam aktifitas menyelam,” tuturnya.

Selain itu, imbuh Kolonel Laut (K) Dr. H. Ahmad Samsulhadi, untuk meminimalkan terjadinya kecelakaan dalam menyelam para peserta juga dibekali dengan ilmu ilmu tentang menyelam yang paling baru.

“Agar tidak terjadi kecelakaan dalam penyelaman, maka masyarakat yang beraktifitas menyelam harus memahami prosedur penyelam yang benar, termasuk menggunakan peralatan selam yang memadai,” tuturnya.

Tadi, kata Dr. H. Ahmad Samsulhadi, anggota TNI AL telah mempraktekan atau melakukan simulasi cara penanganan kesehatan bagi penyelam yang mengalami dekompresi saat menyelam menggunakan alat terapi oksigen hiperbarik yang dimasukan ke dalam alat chamber.

“Proses korban kecelakaan menyelam yang dimasukan ke dalam alat chamber selama 8 jam. Begitu proses chamber tersebut selasai, maka korban kecelakaan akibat menyelam itu harus dibimbing untuk menggerakan organ tubuhnya, dan begitu organ tubuh korban kecelakaan penyelam tersebut sudah dirasa nyaman, maka korban akibat kecelakan menyelam tersebut dinyatakan normal oleh dokter yang menangani atau yang menerapinya,” pungkas Kolonel Laut (K) Dr. H. Ahmad Samsulhadi. 

Sumber : https://www.google.co.id/search/tni-al-dan-dinkes-gelar-pelatihan-bagi-keselamatan-dan-kesehatan-penyelam/