TINDAKAN 'WASHOUT' SETELAH MELAKUKAN PENYELAMAN DALAM ATAU SCUBA

Foto Berita

TINDAKAN 'WASHOUT' SETELAH MELAKUKAN PENYELAMAN DALAM ATAU SCUBA

Pelatihan penyelaman siswa Dikkopaska XLII TA. 2018-2019 yang dilaksanakan pada tanggal 1 s/d 3 Februari 2019 di Situbondo, diikuti oleh 28 siswa.  Pelatihan penyelaman dilakukan pada kedalaman 20 meter.

Menurut Letkol Laut (K) dr Jan Arif Sp.P Dekompresi biasanya terjadi paska penyelaman dalam dan kembali lagi menuju permukaan. Dekompresi diduga berasal dari gelembung-gelembung yang tumbuh di jaringan dan menyebabkan kerusakan lokal. Ketika bernapas, sekitar 79% dari udara adalah nitrogen. Ketika turun di air, tekanan di sekitar tubuh meningkat. 

Hal ini menyebabkan nitrogen untuk diserap ke dalam jaringan tubuh. Ada gelembung memasuki sirkulasi paru-paru, yang menyebabkan kerusakan jaringan. Gangguan tersebut memblokir aliran darah pada tingkat pembuluh darah kecil.

Gelembung yang terbentuk di dalam atau di dekat sendi adalah penyebab rasa sakit sendi. Ketika tingkat gelembung tinggi terjadi, reaksi kompleks dapat terjadi di dalam tubuh, biasanya di sumsum tulang belakang atau otak.

Orang yang terkena dekompresi akan mengalami mati rasa yang datang secara tiba-tiba, kelumpuhan dan gangguan fungsi serebral yang lebih tinggi juga bisa terjadi. Kemudian memasuki aliran darah vena, gejala kongesti di paru dan syok sirkulasi dapat terjadi.

Setelah melakukan penyelaman dalam perlu dilakukan washout atau pembersihan pada tubuh penyelam. Salah satu cara pembersihan yaitu dengan melakukan terapi oksigen hiperbarik. Terapi Oksigen Hiperbarik memiliki keuntungan untuk melawan hipoksia jaringan, mengurangi tekanan nitogen yang terlarut dalam plasma, dan mempercepat larutnya kembali gelembung-gelembung gas nitrogen. Terapi OHB dilakukan pada tekanan (2,8 ATA). Untuk efektif hasil OHB, maka harus dilaksanakan sebelum 5-6 jam sejak munculnya gejala, maksimum 12 jam. Semakin cepat dilaksanakan terapi OHB khasitnya semakin baik karena belum terjadi komplikasi mekanis dan biokimiawi yang ditimbulkan oleh gelembung sehingga belum ada kerusakan yang permanen. Sehingga perlu dilakukan dukungan kesehatan oleh Lakesla untuk penanganan secara langsung di tempat kejadian.